5 Surat Keberatan Telkomsel soal Interkoneksi Belum Direspons Kominfo

Dua operator “ibu-anak”, Telkom dan Telkomsel, sudah lima kali mengirim surat keberatan ke Kementerian Komunikasi dan Informasi (Kemenkominfo) terkait keputusan penurunan tarif interkoneksi rata-rata 26 persen.

Hal tersebut disampaikan Direktur Utama PT Telkom Indonesia, Alex Sinaga, dalam RDP Komisi 1 DPR RI, Kamis (25/8/2016) pekan lalu, di Gedung Nusantara II, Komplek DPR Senayan, Jakarta.

“Telkom dan Telkomsel bersamaan mengirim surat tapi tidak ada balasan,” kata dia.

Lima surat tersebut masing-masing tertanggal 3 Juni 2016, 14 Juni 2016, 30 Juni 2016, 11 Agustus 2016, dan 12 Agustus 2016.

Tiga surat pada bulan Juni dilayangkan pasca Menkominfo Rudiantara menyampaikan ke seluruh CEO operator seluler bahwa biaya interkoneksi akan diturunkan 26 persen dan berlaku simetris alias sama rata.

Alih-alih membalas tiga surat dari Telkom dan Telkomsel, Rudiantara malah mengeluarkan Surat Edaran No. 1153/M.Kominfo/PI.0204/08/2016 pada 2 Agustus lalu. Isi Surat Edaran itu menguatkan informasi yang disampaikan Menkominfo sebelumnya.

Baca: Kemenkominfo Tetapkan Tarif Interkoneksi Baru

Surat Edaran tersebut belum disahkan secara hukum. Ketuk palunya dijadwalkan pada 1 September 2016 mendatang.

Dua operator pelat merah itu pun kembali melayangkan surat keberatan pada 11 dan 12 Agustus 2016. Menurut pengakuan Alex dan Direktur Utama Telkomsel, Ririek Adriansyah, dua surat itu juga tak mendapat respons.

Selain lewat surat, Alex mengatakan telah mengajukan keberatan secara lisan ke Rudiantara. Menteri yang kerap disapa RA tersebut, kata Alex, hanya menganjurkan Telkom dan Telkomsel untuk menyurat secara resmi.

Hingga Senin (29/8/2016) lalu, surat dari Telkom dan Telkomsel masih belum digubris. Konfirmasi itu didapat dari VP Corporate Communication Telkomsel, Adita Irawati.

“Surat belum dibalas,” kata Adita kepada KompasTekno via pesan singkat.

Pertemuan di kantor Kominfo

Senin (29/8/2016) lalu juga diadakan pertemuan antara Menkominfo dengan para perwakilan operator seluler membahas interkoneksi. Pertemuan itu dibagi menjadi dua sesi dan dilangsungkan secara tertutup di lantai 7 Gedung Kemenkominfo, Jakarta Pusat.

Sesi pertama antara Kemenkominfo, Telkomsel, dan Telkom. Sedangkan sesi kedua dilakukan bersama XL, Indosat, Smartfren, dan Tri.

Saat ditemui KompasTekno usai sesi pertama, Ririek enggan berbicara banyak. Ia meminta agar menunggu pernyataan dari Menkominfo saja.

“Tadi tidak bicara apa-apa. Nanti saja, tunggu dari Pak Menteri,” ujarnya.

Sementara itu, Rudiantara mengatakan pertemuan itu dilakukan untuk menerima beragam masukan dari operator. Ia belum menegaskan soal keputusan 1 September mendatang.

“Tadi ketemu dengan semua operator, cuma mendengarkan saja apa pendapat mereka tentang interkoneksi. Kurang lebih sama lah dengan yang kemarin di Dewan Perwakilan Rakyat (DPR),” kata Rudiantara.

Keberatan Telkom dan Telkomsel

Untuk diketahui, Telkom dan Telkomsel menilai penghitungan pemerintah yang menyebabkan biaya interkoneksi turun dari Rp 250 menjadi Rp 204 itu tak adil bagi mereka yang telah membangun jaringan hingga ke daerah pelosok.

Sebaliknya, keputusan itu bakal menguntungkan operator selain mereka yang selama ini diklaim cuma membangun infrastruktur di perkotaan. Operator lain yang dimaksud adalah Indosat Ooredoo, XL Axiata, Smartfren, dan Hutchison Tri.

Telkom dan Telkomsel meminta penghitungan interkoneksi dilakukan secara asimetris, yakni berdasarkan biaya investasi yang dikeluarkan masing-masing operator atau diistilahkan cost-based.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s