Kesan Pertama Menjajal Mirrorless “Retro” Fujifilm X-T2

Fujifilm segera merilis kamera mirrorless terbarunya, X-T2, di pasaran Indonesia pada September mendatang. Kamera berbanderol Rp 21 juta ini ditujukan untuk kalangan fotografer profesional yang biasa memakai DSLR.

Dibandingkan pendahulunya, X-T1, X-T2 mengusung sejumlah perubahan, baik dari sisi luar maupun isi “jeroan”, yang membuatnya lebih ideal untuk dipakai memotret.

KompasTekno berkesempatan menjajal X-T2 dalam perjalanan photo trip ke sejumlah daerah di kepulauan Nusa Tenggara yang digelar Fujifilm Indonesia pekan lalu.

Kamera dengan gaya retro ala SLR tahun 80-an ini tak ubahnya produk bertampilan jadul yang dijejali aneka macam teknologi digital imaging modern. Seperti apa? Ikuti ulasan singkatnya di bawah.

Serupa tapi tak sama

Oik Yusuf/ KOMPAS.com
Fujifilm X-T2 mempertahankan desain tubuh yang mirip dengan pendahulunya, X-T1.

Para pengguna kamera Fujifilm X-T1 pasti akan langsung familiar dengan X-T2. Ini karena kamera yang bersangkutan memang mempertahankan faktor bentuk serupa, dengan Electronic Viewfinder (EFV) dalam “punuk” di bagian tengah, handgrip, serta rangkaian tombol dan control dial.

Total terdapat enam fombol Functions (Fn) yang fungsinya bisa diganti-anti sesuai keinginan.

Di bagian top plate bertengger tiga control dial yang masing-masing mengatur fungsi exposure compensation, kecepatan rana, dan rentang sensitivitas yang kini memiliki range native ISO 200-12.800, atau 1 stop lebih tinggi dari X-T1 yang mentok di ISO 6.400.

ISO dial ditumpuk dengan dial kedua yang mengatur drive mode (single shot, continuous low/ high, juga video), sementara dial untuk metering (spot, partial, evaluative) disatukan dengan dial kecepatan rana.
Oik Yusuf/ KOMPAS.com
Sisi top plate X-T2 dengan tiga command dial dan shutter release yang memiliki ulir.

Kecuali dial exposure compensation yang kini memiliki custom (untuk memprogram EC lebih tinggi atau rendah dari -3 dan +3 EV yang tertera), kedua dial lainnya dibekali tombol pengunci agar tak mudah bergeser secara tidak sengaja. Tombol shutter juga dilengkapi dengan ulir untuk memasang remote atau soft release, setelah sempat absen dari X-T1.

Perbedaan lain, kecepatan rana maksimum ikut ditingkatkan dari 1/4.000 detik pada X-T1 menjadi 1/8.000 detik. X-T2 turut menyediakan electronic shutter yang mampu mencapai shutter speed setinggi 1/32.000 detik, dengan catatan tidak dapat dipakai bersama flash atau cahaya lampu yang bisa menyebabkan banding.

Di bawah, terdapat konektor untuk menyambungkan aksesori battery grip VPB-XT2 yang mampu menambah daya tahan baterai hingga 1.000 frame sekaligus mengaktifkan “Boost mode” untuk meningkatkan performa kamera di sektor AF tracking. Seperti bodi X-T2, battery grip ini juga didesain tahan cipratan air dan debu (weather resistant).
Oik Yusuf/ KOMPAS.com
Bagian bottom plate X-T2. Baterai yang digunakan sama dengan X-T1, tapi kini disediakan pula varian baterai baru bernama NP-W126S untuk mendukung mode Boost.

Lebih “Pro” dengan dua kartu memori

Fitur dua slot memori sudah lama hadir di DSLR profesional. Kemampuan ini pun disematkan oleh Fujifilm pada X-T2 yang memiliki dua slot SD card (UHS-2).

Keduanya bisa diatur sebagai media pemyimpanan yang otomatis berpindah ke slot 2 apabila kartu di slot 1 kehabisan ruang (sequential), sebagai backup (mirror, merekam file sekaligus ke 2 slot) merekam JPEG di slot 1 dan RAW di slot 2, atau merekam foto dan video di kartu memori terpisah.

X-T2 kini memiliki konektor jack audio 3,5mm ukuran standar untuk mencapkan mikrofon, berbeda dari X-T1 yang hanya menyertakan konektor untuk jack ukuran 2,5mm. Headphone jack bisa ditambahkan lewat aksesori battery grip sehingga kamera ini ideal dipakai untuk merekam video, di samping still photo.
Oik Yusuf/ KOMPAS.com
Dua slot SD X-T2 terdapat di sisi kanan. Sisi kiri memuat konektor mikrofon 3,5mm, port HDMI, dan USB 3.0.

Soal video, X-T2 adalah kamera mirrorless pertama dari Fujifilm yang mendukung perekaman video 4K dengan bit rate mencapai 100 Mbps. Output 4K bisa disalurkan lewat port HDMI yang terletak di lokasi yang sama dengan jack audio 3,5mm. Ada pula konektor USB 3.0 yang bisa dipakai untuk mentransfer data atau mengisi baterai lewat powerbank atau charger ponsel.

Kemampuan memotret dan merekam video X-T2 didukung sensor baru dengan resolusi 24 megapiksel dan prosesor olah gambar X-Processor Pro.

Cakap bermanuver dengan joystick dan layar tekuk

Fitur penting lain yang disematkan Fujifilm pada X-T2 adalah joystick khusus untuk memilih AF point yang aktif. Letaknya di antara tombol “Q” dan D-Pad di sisi belakang, menggantikan tombol “Focus Assist” yang dulu berada di lokasi yang sama (pada X-T1).

Kelengkapan yang satu ini pun mirip dengan DSLR profesional yang biasanya memang dilengkapi joystick untuk mempermudah penempatan titik fokus saat membidik lewat viewfinder.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s